Ketakutan, Harapan dan Dunia Apocalips

Oleh:  Henrikus Setya Adi P Narasi distopian telah lama menjadi bentuk memikat dan pemikiran hiburan, terutama bagi mereka yang mengambil minat dalam mempelajari struktur sosial dan politik. Dalam kurun beberapa tahun terakhir, terdapat beberapa tontonan box office yang mencoba mereproduksi tentang wacana tersebut. Dari klasik seperti Nineteen Eighty-Four dan Brave New World, Water World, World War Z hingga yang hits saat ini The Hunger Games, cerita ini bermain dalam tema ketakutan, harapan sekaligus sebagai tanda-tanda peringatan untuk masa depan kita. Hidup kita yang selalu didorong oleh rasa takut, kemudian direproduksi menjadi harapan yang muncul setelah ketakutan itu dapat dikelola. Ketakutan itu membuat kita teralienasi untuk menghabiskan dan terus mengkonsumsi. Mendorong kita untuk menjadi individu yang apatis dan menarik diri dari masyarakat. Mengutip kata Niccolo Machiaveli dalam The Prince “Karena cinta dan rasa takut dapat tidak ada bersama-sama, jika kita harus memilih antara mereka, itu jauh lebih aman untuk ditakuti daripada dicintai.” Penyebaran ide-ide tentang sebuah proses kehancuran dunia terus direproduksi dengan berbagai macam cara. Gambaran tentang dunia yang hancur dalam The Colony, The Maze Runner, Armageddon, 2012, The Day After Tommorow hingga misi penyelamatan umat manusia dalam Interstellar. Melalui semua itu, ketakutan dan harapan diproyeksikan sebagai sesuatu yang saling berhubungan. [Baca Selengkapnya…}

[Mixtape] Les Amis du Voyage

Oleh: Usie Fauzia Suri – Magenta       1.b. Suri – Dadh Ghad Squrl – I’m So Lonesome I Could Cry Squrl – Pink Dust Sigmun – The Summoning Sigmun – The Long Haul (Long Version) Pink Floyd – The Great Gig in The Sky The Velvet Underground – All Tomorrow’s Parties (Alternate Instrumental Mix) Frank Zappa – Peaches En Regalia Frank Zappa – Watermelon In Easter Hay Pink Floyd – Alan’s Psychedelic Breakfast Pink Floyd – Careful  With That Axe, Eugine Pink Floyd – Set the Control for The Heart of the Sun Pink Floyd – Echoes part. 2 Pink Floyd – The Grand Vizier’s Garden Party, Pt. 2-3 “Soundtrack of my life”  terkesan sangat remaja dan sma sekali, maka saya menggantinya dengan istilah “Scoring for your trip”. Seharfiahnya scoring, musik instrumental ini saya susun sebagai teman perjalanan. Perjalanan apapun. Sebebas-bebasnya puan tuan mendefinisikan perjalanan. Bahkan duduk atau jongkok di wc pun bisa menjadi perjalanan karena banyak orang mendapat ilham saat proses itu berakhir. Tidur pun perjalanan, saya pernah mendesain sebuah bangunan yang konsep imajinya didapatkan dari mimpi. Saya terinspirasi dari film-film Jim Jarmusch dan Quentin Tarantino yang mengawinkan musik dan skenario hingga melahirkan suasana yang asik dalam satu frame [Baca Selengkapnya…}